REVITALISASI KOTA TUA, MISI MENGEMBALIKAN WAJAH SANG PERMATA ASIA.

kota-tua

Terkait dengan revitalisasi Kota Tua, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berharap kawasan bersejarah tersebut menjadi salah satu Permata Jakarta selain Monas dan Kepulauan Seribu (Ahok.Org)

Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta yang menyebut kota tua sebagai ‘Permata Jakarta’ bukan hal yang pertama kali di dengar.  Berkaca dari sejarah, Kota Tua pernah dijuluki sebagai ‘Permata Asia’ oleh pelayar-pelayar Eropa. Bagi Pelayar Eropa dan Gubernur DKI, Kota Tua sebagai ‘permata’ dimengerti dengan makna yang sama. Kota tua dimaksudkan memiliki makna sama-sama bernilai tinggi.

Kota tua sebagai saksi sejarah kota Jakarta meninggalkan cerita melalui bangunan-bangunan tua. Sayangnya, bangunan-bangunan tersebut menurun kualitas, keindahan dan nilainya seiring dengan perkembangan zaman.

Penurunan kualitas, keindahan dan nilai bangunan di kota tua dipengaruhi beberapa faktor, yaitu : kepemilikan, perizinan, pedagang kaki lima (PKL), parkir liar serta daya tarik. Pertama, faktor kepemilikan sebagaimana dikaji oleh United Nation World Tourism Organization (UNWTO) menunjukkan 48 persen kepemilikan aset dikuasai BUMN, sisanya 50 persen dikuasai swasta dan masyarakat serta dua persen sisanya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.  berdasarkan data tersebut, hanya 42 persen gedung di Kota Tua yang digunakan, sisanya kosong atau rusak. Sebanyak 281 gedung di dalamnya yang terinventarisasi sebagai gedung cagar budaya. Kedua, masalah perizinan juga menjadi kendala terbesar bagi pengelola bangunan kota tua. Peraturan rigid mengenai pembangunan bergantung penuh kepada perizinan. Ketiga, masalah-masalah umum yang dihadapi, yakni penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir kendataan bermotor membutuhkan solusi yang efektif. Keempat, daya tarik kota tua yang kurang akibat minimnya inovasi dan kreativitas.

Penyelesaian jangkan panjang atas kota tua dipilih oleh Pemerintah DKI Jakarta (Pemprov) adalah revitalisasi. Pemprov mengambil langkah revitalisasi kota tua dimulai dengan maslaah kepemilikan bangunan kota tua. Pemprov membentuk perusahaan patungan bertujuan merevitalisasi Kota Tua Jakarta sebagai usaha pelestarian budaya, area wisata dan tujuan investasi. Selanjutnya, revitalisasi diberi jangka waktu pengerjaan selama dua tahun. kenyataannya, izin revitalisasi yang terlambat membuat pengelolaan bangunan tua dalam revitalisasi kota tua terlambat. Lebih lanjut lagi, revitalisasi kota tua menyangkut penataan pedangan kaki lima dan pembebasan lahan juga belum dapat diselesaikan dengan optmal. Melihat upaya revitalisasi kota tua, penulis berpendapat sudah terjadi kemajuan meskipun belum maksimal.

Pantauan penulis mengenai kebersihan di dalam museum, kamis (22/10/2016) menunjukkan peningkatan kebersihan. Kamar mandi yang ada di setiap lantai museum tidak lagi kotor dan berbau melainkan bersih dan terawat rapi.  Satu hal yang menjadi fokus pengamatan penulis dalam revitalisasi kota tua adalah daya tarik.

Menurut pengamatan penulis ketika mendatangi dua dari beberapa museum di kota tua, yaitu museum Bank Mandiri dan Museum Keramik, belum ada daya tarik khusus dari keberadaan museum tersebut. Konsep gudang kuno dan menyeramkan penulis dapatkan ketika masuk kedalam Museum Bank Mandiri.

Museum Bank Mandiri yang memiliki empat lantai dengan suhu udara ruangan yang lembap khususnya di lantai bawah tanah mengisyaratkan kurang terawatnya ruangan tersebut. Sebaliknya, museum keramik memberi kesan yang berbeda dengan museum bank mandiri.  Bangunan semi modern yang menyajikan seni rupa, keramik dan lukisan menambah nilai seni museum tersebut. Daya tarik kota tua dimulai dari konsep kreatif dan inovatif dalam museum. Misalnya, setiap museum mengadakan pameran tematik berdasarkan ciri khasnya. Selain itu, museum kota tua juga dapat belajar dari Museum Nasional Singapura dalam menjual potensi Museum. Museum Nasional Singapura yang handal dalam penataan, pencahayaan, promosi yang gencar serta penyediaan fasilitas teknologi mampu menarik pengunjung untuk tetap datang ke museum.

Revitalisasi kota tua sebagai misi mengembalikan wajah permata asia diresponi positif oleh pemerintah dan masyarakat. Kota tua ibarat permata yang dibentuk dari proses-proses yang rumit dan tak sederhana berujung dengan nilai jual yang tinggi. Kepemimpinan dibutuhkan dalam revitalisasi Kota Tua. Ahok sebagai pemimpin Jakarta menunjukkan sifat pemimpinnya melalui keberanian menjadikan kota tua sebagai permata asia dengan mendaftarkan kota tau sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.

Referensi :

  1. http://wwww.otdanews/Pemerintah-Rumuskan -Rencana-Aksi-Revitalisasi-Kota-Tua-Otdanews, Jumat, 16 Mei 2013
  2. Menurut KBBI : Revitalisasi adalah proses atau cara perbuatan menghidupkan kembali sesuatu yang terberdaya.
  3. Agustina Melani, “Sembilan Perusahaan Garap Revitalisasi Kota Tua Jakarta”, <http://bisnis.liputan6.com/read/817970/sembilan-perusahaan-garap-revitalisasi-kota-tua-jakarta&gt; 04/02/2014 17:48 WIB

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s