01:33

matthew-gerrard-349932

01: 33  Mata tak kunjung terpejam. Pikiran melayang-layang ke masa-masa dulu. Terlalu jauh….

01:35 Kenangan itupun terulang. Di kala kepolosan dan kenaifan bercampur menjadi keangkuhan. Tak pandang bulu, merasa paling tahu dan tak butuh dititipkan sebuah rasa yang disebut “rindu”.

Seperti angin yang menyusup tak bisa ditahan arah masuknya. Demikian juga rasa rindu. Kadang muncul dan tenggelam. Kadang dihindari tetapi sering dicari-cari.

Rasanya ingin sekali kembali ke masa-masa kecil. Di kala, segala sesuatu dinilai tak serumit saat ini.

Berteman dengan tulus. Tersenyum dengan tulus. Bahagia yang sederhana. Sesederhana mendengarkan radio dan mengirim pesan random di radio lokal yang mungkin pendengarnya tak banyak saat itu.

Meski perbandingan tetap ada, gue rindu pertemanan di masa kecil.

hannah-rodrigo-320734

Mulai dari pertamakalinya gue mengerti dan sayang banget ama satu sahabat, yang akhirnya ditinggalkan pindah ke luar kota hingga putus komunikasi. Di umur sekecil itu, gue udah berhadapan dengan kehilangan.

Bertahun-tahun lamanya menghabiskan waktu dengan mereka “kawanan lelaki” di satu sekolah yang sama. Tak pernah berpikir bosan, namun rasa sayang seperti saudara muncul hingga sekarang.

Hingga akhirnya di puncak pendidikan yang tak lagi disebut siswa, Ke “Maha” itu, membuat gue kehilangan satu per satu dari kalian.

Bro “lesum pipit” yang iseng suka ngejahilin tp  paling berani gue samperin rumahnya hanya buat sekedar minjem buku. Honestly, kalo gue pikir sampe sekarang, gue bener” ga ada perasaan. Itu yang gue seneng dari pertemenan yang murni. Sayangnya, si bro ini hilang dari peredaran.

Bro “ngeselin” yang paling sering jadi rival gue selama sekolah. Peraih peringkat tertinggi di sekolah, tapi entah kenapa kelakuannya selalu buat darah tinggi gue kambuh.  Terakhir kali di salah satu jejaring sosial gue masih komunikasi aja si bro ini. Tetapi, ya begitulah, komunikasi pun berhenti krn guenya kehabisan bahan pembicaraan.

Bro “bijak” yang  favorit cewek-cewek haha..karena doi pinter dan baik. Tapi di mata gue, plusnya doi di kesopanannya. Emang doi ga hilang dari peredaran, tapi masalahnya pertemanannya kita kerasa “deket tapi jauuh”. Sama masalahnya, kehabisan bahan pembicaraan dan guenya ga berjuang buat menjaga pertemanan.

robert-collins-333411

Membiarkan, Mendiamkan dan kemudian Menghilangkan.

Penyesalan terbesar gue salah satunya ialah ga bisa menjaga pertemanan. Berlindung dibalik alibi sadar diri, “people changes”, kikuk, males, ga bakal bisa sama lagi bikin antusias perlahan  surut dengan sendirinya.

Padahal rasanya kangen sekali….andai waktu bisa diputar kembali seperti halnya film” korea yang ga masuk akal itu.

Gue mau mengukir kenangan kelak di diri dan keturunan gue, utk ” jaga pertemanan”. Mulai pertemanan dengan tulus, jujur dan kasih. Dan, jangan lepaskan ketika  merasa bosan atau tertinggal.Walaupun, ga semuanya berbalik memberi hal yang sama, pertemanan itu anugerah.

Akan selalu ada hal yang diingat dari masa-masa itu, yang tak bisa lagi terulang di saat ini.

Sumber Foto :

Unsplash/Matthew Gerrard

Unsplash.com/Hannah Rodrigo

Unsplash/Robert Collins

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s